Konsep Pemasaran Dan Perilaku Konsumen

Pemasaran adalah proses dari perencanaan dan pelaksanaan konsep yang telah ditetapkan sebelumnya, penentuan harga, promosi dan distribusi ide, barang dan jasa untuk menghasilkan perubahan yang dapat memuaskan tujuan individu dan organisasi. Sedangkan menurut Boone dan Kurtz (2003) “pemasaran adalah proses menemukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dan kemudian memenuhi barang dan jasa yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan tersebut.
Istilah konsep pemasaran (marketing concept) mengacu pada orientasi terhadap konsumen dalam keseluruhan perusahaan dengan tujuan mencapai kesuksesan jangka panjang. “buat perangkap tikus yang lebih baik dan dunia akan antri membelinya” sebagai gantinya, konsep pemasaran menyiratkan bahwa sukses dipasar dimulai dari pelanggan : suatu perusahaan seharusnya menganalisis kebutuhan pelanggannya dan kemudian bekerja mundur, menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan mereka. Cara terbaik mempertahankan pelanggan adalah dengan menawarkan lebih dari hanya sekedar barang dan jasa.

A. Faktor pemasaran

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran adalah keinginan dan kebutuhan serta kemampuan konsomen, faktor-faktor luar yang mempengaruhi program pemasaran adalah politik-hukum, sosial-budaya, teknologi ekonomi dan persaingan. Dua aspek penting dalam proses pemasaran adalah mengembangkan rencana pemasaran dan menentukan tujuan pemasaran.

B. segmentasi pasar

Segmentasi pasar adalah proses pemilahan pasar menjadi sekumpulan konsumen yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama. Empat variabel yang dapat dijadikan dasar segmentasi adalah geografis, demografis, psikografik, dan kegunaan produk.

Penentuan pasar adalah sekelompok orang yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama, strategi penentuan pasar sasaran terdiri dari konsentrasi segmentasi single, spesialisaif selektif, spesialisasi produk, spesialisasi pasar, mendukung secara penuh.Tujuan dari segmentasi ini adalah agar kita bisa membuat suatu program marketing yang berbeda-beda kepada setiap segmen pasar yang berbeda.
Dalam pelaksanaanya, segmentasi pasar melalui beberapa tahap utama, yakni:
1. Membagi pasar kedalam kelompok-kelompok homogen.
2. Memilih suatu segmen atau lebih untuk dijadikan target dengan cara mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yakni produk harga saluran dan daya tarik promosi.
Adapun pembagian segmen pasar yakni :
1. Segmentasi pasar konsumen.
Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen, kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
2. Segmentasi pasar bisnis.
Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, dan merek.

C. perilaku konsumen

Mengamati pasar adalah kegiatan yang tidak pernah dilupakan oleh pemasar. Pasar adalah kumpulan orang-orang. Bayangan tentang pasar adalah orang- orang dengan segala macam karakteristiknya. Mengikuti pasar berarti mengikuti semua perubahan yang ada padaorang-orang kepada siapa produk atau jasa kita tawarkan.
Ada sejumlah alasan mendasar mengapa perilaku konsumen itu penting untuk dipelajari, yakni:
Konsumen dengan perilakunya adalah wujud dari kekuatan tawar yang merupakan salah satu kekuatan kompetitif yang menentukan intensitas persaingan dan profitability perusahaan.
  • Analisis konsumen adalah landasan manajemen pemasaran dan akan membantu manajer dalam melakukukan hal berikut: merancang bauran pemasaran, melakukan segmentasi pasar, melaksanakan positioning, melakukan analisis lingkungan perusahaan, mengembangkan trend riset pasar dan mengembangkan produk baru maupun inovasi produk lama.
  • Analisis konsumen memainkan peran sangat penting dalam pengembangan kebijakan publik. Pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif.
  • Analisis konsumen memberikan pemahaman tentang perilaku manusia.

Faktor yang memegaruhi perilaku konsumen:

  1. Faktor psikologi. Faktor ini berkaitan dengan “intra pshycic” yakni pemahaman tentang apa yang terjadi dalam “inside the individual’s mind” daripada semata-mata memahami bagaimana otak seseorang berfungsi.
  2. Faktor pribadi. Untuk faktor pribadi, lebih banyak dilihat dari sisi biologis yakni menentukan siapa individu dan apa yang dia lakukan.
  3. Faktor sosial budaya. Lebih berkaitan dengan faktor eksternal, yang menganggap bahwa tindakan atau emosi seseorang dapat dipahami melalui pengetahuan tentang apa yang telah dipelajari dari lingkungan sosialnya.
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Selasa, 29 Januari 2013 02.59.00 WIB

oetssss..... mantapp

Poskan Komentar

Test Sidebar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Parlente - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger